secangkir kopi pahit
mengingatkanku pada ibu
wanita pejuang, superhero-ku
inspirasiku!
“le.. kamu itu suka nyeruput kopi
pahit
yang kubuat untuk bapakmu, lalu
kamu gebes-gebes mendelik kepahitan”
katamu
suatu hari
namun kini aku baru tahu
kenapa ibu membuat kopi pahit
: karena hari itu tak ada uang
untuk beli gula
itu
lebih pahit kan
daripada sekedar gebes-gebesku?
malam ini
secangkir kopi pahit
kembali menemaniku
menuntunku menulis baris-baris
kalimat
yang kata kawanku
:
ini bait-bait puisi
tapi aku tetap tak pernah yakin
bahwa
ini puisi!
aku hanya merasa
bahwa jauh dari ibu itu
terasa pahit
bahwa BBM mendadak mundak
itu juga pahit
bahwa sembako tak terjangkau itu bikin
pahit
dan
dibohongi penguasa, pahitnya hingga tujuh langit!
tapi bu, malam ini
sepahit apapun rasa kopi ini
aku takkan lagi gebes-gebes mendelik
sebab engkau telah mengajarkanku
bagaimana menikmati kopi pahit !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar