Rabu, 02 Oktober 2013

Bersama Angin



Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa dan dengan cara bagaimana penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan dengan cara yang menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

Satu lagi sahabat pergi...
Selamat jalan, langkahmu masih panjang dan mesti kamu tempuh
Hati-hati melangkah, jalanan di depanmu mungkin temaram, buram, atau bahkan mungkin pekat.
Selalu asah mata hati, karena kerikil tajam setiap saat pasti ketemu

Satu lagi sahabat pergi...