Selasa, 31 Juli 2012

TOKO PENJUAL ISTRI


Syahdan, ada sebuah toko unik yang baru dibuka di sebuah mal. Namanya TOKO ISTRI.
Sesuai namanya, toko ini menjual calon-calon istri. Para pria dapat memilih wanita untuk dijadikan sebagai seorang istri di toko baru tersebut.
Setiap calon pembeli harus membaca instruksi yang ditempel di pintu sebelum memilih istri yang diinginkan. Nah, salah satu instruksi itu adalah, "Setiap pembeli hanya boleh masuk toko SATU KALI!"
Toko itu terdiri dari enam lantai. Setiap lantai menunjukkan kelompok calon istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai calon istri tersebut.
Para pria dapat memilih wanita di lantai mana pun. Syaratnya, jika mereka masuk ke lantai 1 dan mereka belum menemukan pilihan, mereka boleh naik ke lantai 2. Dan seterusnya.
Tapi kalau sudah di lantai 2, mereka tidak boleh turun ke lantai 1 untuk memilih ulang. Mereka hanya boleh terus naik atau keluar toko.
Suatu hari ada seorang pria berkunjung ke " TOKO ISTRI " itu. Ia melihat di setiap lantai terdapat tulisan :
Lantai 1 :
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan & pandai memasak."
Pria itu hanya tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Lantai 2 :
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, dan lemah lembut."
Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.
Lantai 3 :
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, dan cantik."
''Wow!'' teriak sang pria. Tapi ia masih penasaran dan terus naik. Ia menduga di lantai yang lebih tinggi ada perempuan yang lebih baik.
Sampailah pria itu di lantai 4 yang ada tulisan :
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik sekali, dan sayang anak."
"Ya ampun!" Pria itu berseru, "Aku hampir tak percaya!"
Dia makin penasaran dan meneruskan langkah naik ke lantai 5. Di situ juga ada tulisan, bunyinya :
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik sekali, sayang anak, dan seksi."
"Waaa...." pria itu mulai ngiler karena membayangkan di lantai 6 dia akan mendapatkan wanita yang lebih lengkap lagi.
Dengan tergopoh-gopoh dia pun ke lantai 6. Apa yang dilihatnya?
Di lantai 6 ada tulisan :
"Anda adalah pengunjung yg ke 5.797.015.001. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini semata-mata hanya untuk membuktikan bahwa pria tidak pernah merasa puas.
Terima kasih telah berbelanja di TOKO ISTRI. Mohon hati-hati bila keluar."

# sumber dari milis seorang teman

Senin, 30 Juli 2012

Gerutu Buntu


Sudah lebih dari dua pekan ini, sejak mendekati hari raya lebaran harga bahan kebutuhan pokok berlomba saling mendahului berlari kencang dan melompat, melonjak, naik melambung tinggi. Sementara berita kusam klise lain selalu ikut mengiringi.  Ada gerutu berang, kesal, kecewa, stress, depresi, dan 1001 cara untuk mengekspresikan luapan emosi yang telah terlalu sesak untuk ditahan-tahan.. Tak lupa pula media begitu getir dan saling berlomba-lomba menyiarkan suara-suara serak para elemen masyarakat kecil, golongan yang terbuang di negerinya sendiri. Jujur aku bosan dengan liputan yang setiap hari sama. Mau dikata apalagi, tradisi berita basi semacam itu ibarat kerikil yang jatuh ke kolam, riaknya tidak akan besar dan bertahan lama. Pemerintah dalam hal ini selalu pandai meredam situasi dengan janji-janji dan kompensasi-kompensasi yang (mungkin/konon) akan diberikan.
Namun, yang membuat ku semakin sedih, kesal dan muak, ditengah derita yang dialami rakyat kecil, hasil pemerikasaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap harta kekayaan para pencoleng di negeri ini membuktikan bahwa kekayaan tersebut secara absolut bertambah milyaran rupiah dari hasil pemeriksaan sebelumnya. Aneh negeri ini, negeri ku sendiri dan negeri kita semua. Ada yang kaya, namun banyak sekali yang terlunta. Orang-orang kaya yang buat kebijakan, orang miskin yang terinjak-injak haknya untuk hidup di negerinya sendiri. Sedih, hanya itu yang bisa aku rasakan tanpa bisa berbuat banyak. Karena aku hanyalah anak kecil yang dipundakku sudah ditaruh beban hutang Ibuku akibat ulah anak-anaknya yang “Pembohong, Penjudi, Pemabok, Pemerkosa, dan Pecundang” di tanah kelahirannya sendiri.
Sungguh jika benar bahwasanya para “Pelayan” masyarakat itu lebih kaya dari tuannya sendiri tidaklah mengapa, andaikata seluruh “Pelayan” mau menyisihkan 2,5% saja dari harta mereka untuk Ibunya yang sudah hampir telanjang karena baju yang dikenakannya telah robek compang-camping disana-sini, dan “Tuan” yang mereka layani tak lagi sanggup berpikir cerdas karena perut kelaparan dan sakit-sakitan, maka mereka adalah orang-orang yang dimuliakan...
Namun, ini hanyalah andaikata…
Semoga mereka masih merasa punya Tuhan dan masih sadar akan kewajiban dan hak mereka terhadap harta kekayaan yang mereka miliki…

Rabu, 25 Juli 2012

Hikayat Perseteruan Tempe dan Tahu


Alkisah di sebuah negeri yang subur, kaya, dan makmur… hiduplah sepasang mahluk (makanan) bernama Tempe dan Tahu. Mereka berdua sangat bangga dengan diri mereka, karena mereka mengklaim diri mereka sangat bermanfaat dan ekonomis.
Sayangnya mereka gak pernah akur, mereka suka bersaing secara gak sehat. si Tempe suka menjelek-jelekan Tahu, dan si Tahu suka “ngerjain” si Tempe. Pernah suatu hari si Tempe dengan enaknya bilang ke masyarakat di pasar kalo Tahu mengandung bahan beracun. Tapi kemudian si Tahu lebih parah lagi, dia pernah undang wartawan untuk ngeliput orang-orang yang mati tanpa sebab, dia bilang orang itu mati gara-gara Tempe.
Akhirnya, pertarungan antara Tempe dan Tahu ini, berujung pada perdebatan sengit di sebuah Balai Rakyat yang terkadang atapnya suka bocor kalau lagi hujan. Semacam debat Caleg atau calon Gubernur yang akan maju plkadal gitu deh. Dengan disaksikan banyak ibu rumah tangga, pak RT dan pak RW, bu Lurah, pedagang es keliling, pedagang somay, dan masih banyak lagi yang lain, mereka saling mempertahankan argumentasinya masing-masing.
Keduanya saling berdebat mengenai keunggulan (program) masing-masing. Berikut percakapan yang saya kutip dari Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Tempe : saya itu lebih hebat dari kamu dasar kamseupay…saya punya protein tinggi dan zat besi yang banyak…
Tahu : cuma itu ??? cih…banyak makanan lain juga punya itu…coba saya, saya punya kemampuan ngurangin kolestrol buat orang-orang yang kelebihan berat badan…biar gak cepet mati
Tempe : preeeet…saya juga punya kemampuan mencegah kanker, bisa juga tuh buat orang biar gak cepet mati…
Tahu : loh…yang kemarin mati gara-gara lo sapa ya ???
Tempe : yang mana ??? jangan ngada-ada lo… lo sendiri juga punya racun formalin kan lo ???
*Logat metropolisnya dah pada mulai keluar… mungkin biar dikira lebih gaul dan lebih modern.
Tahu : eits….sorry gw tuh udah standar internasional, di seluruh Asia udah pernah makan gw…sedangkan lo apa ??? bongkrek !!!
Tempe : cih….bokis lo….sok banget…sok gaya lo….makan tuh gaya !!!
Tempe dan Tahu : bla bla bla bla bla……….bla bla bla…bla…bla bla….(selama hampir 2 jam lebih)
Tiba-tiba…
Di tengah perdebatan yang sangat sengit dan kadang diselingi teriakan dukungan massa…
Ada sebuah mobil mewah berwarna hitam mulus mengkilat… elegan lagi…bikin banyak orang ngiler n klepek-klepek.
Kemudian pintu mobilnya kebuka….ayo tebak siapa yang dateng ???
Jreng jreng……. eng ing eng…
Keluarlah si Orang Kaya Baru bernama Hamburger dan anaknya si Kebab dan Fried Chicken beserta peliharaanya bernama Hotdog
Dengan entengnya dia lemparin duit kertas lima puluh ribuan ke orang-orang…
Udah kayak ada acara hajatan aja, tiba-tiba Balai Rakyat jadi penuh sesak dengan orang-orang yang saling berebut ngambilin duit…
Kedatangan para Mega Star itu, langsung membuat Tempe dan Tahu terdiam… seketika itu, Kebab langsung merebut microphone dari tangan si Tempe…ia kemudian menyerahkannya ke Bapaknya si Hamburger… lalu ia berkata….
“tak ada gunanya lo pada berdebat gak jelas kayak gitu, mau kayak gimana juga lo gak bakal bisa saingin keluarga gw… lo liat kenyataannya dong…..”
Sapa yang punya stand makanan terkeren dan termodern ???? kita…
Sapa yang paling dibanggakan anak-anak kecil kalo masalah makanan ???? kita…
Sapa yang paling banyak dijual di Mall-Mall besar di kota ???? kita…
Sapa yang paling bergengsi dan ekslusif ???? kita…
Sapa yang bikin orang-orang ngantri kalo lagi lebaran dan makan siang ???? kita…
Kita walaupun gak punya banyak manfaat dan malah bikin orang cepet sakit, kolestrol naik, sakit kanker, kegemukan,dan bikin kantong bolong…. tapi kita masih diidolakan semua orang… bahkan dari berbagai lapis masyarakat…. gak ada orang yang ngeluh kalo harus makan kita setiap hari….
Gak kayak kalian… paling kalo orang disuruh makan Tempe dan Tahu 3 hari aja udah pada ngeluh kan…???
Hahahaha….kalian kalah saing bro….”
Tempe dan Tahu : (hanya terdiam… entah karena menyadari kenyataan yang ada, atau karena sdh capek dan kehabisan kata-kata karena perdebatan tadi)…

Rabu, 18 Juli 2012

kopi superhero


secangkir kopi pahit
mengingatkanku pada ibu
wanita pejuang, superhero-ku
inspirasiku!
“le.. kamu itu suka nyeruput kopi pahit
yang kubuat untuk bapakmu, lalu
kamu gebes-gebes mendelik kepahitan”
katamu suatu hari
namun kini aku baru tahu
kenapa ibu membuat kopi pahit
: karena hari itu tak ada uang untuk beli gula
itu lebih pahit kan daripada sekedar gebes-gebesku?
malam ini
secangkir kopi pahit
kembali menemaniku
menuntunku menulis baris-baris kalimat
yang kata kawanku
: ini bait-bait puisi
tapi aku tetap tak pernah yakin
bahwa ini puisi!
aku hanya merasa
bahwa jauh dari ibu itu terasa pahit
bahwa BBM mendadak mundak itu juga pahit
bahwa sembako tak terjangkau itu bikin pahit
dan dibohongi penguasa, pahitnya hingga tujuh langit!
tapi bu, malam ini
sepahit apapun rasa kopi ini
aku takkan lagi gebes-gebes mendelik
sebab engkau telah mengajarkanku
bagaimana menikmati kopi pahit !