Ketika aku tiba-tiba termenung bingung sendiri di tengah-tengah keramaian yang tidak sedikitpun kurasakan, aku jadi teringat situasi yang sama pernah terjadi dan kemudian terulang di saat yang lain. Saat itu tiba-tiba datang kepadaku sesosok makhluk (entah apa) mengenakan jubah hitam pekat dengan penutup kepalanya yang melebar ke depan sehingga bayangan hitamnya menutupi wujud aslinya. Ketakutan yang saat itu menggunung kemudian lenyap ketika ia meyakinkanku bahwa malaikatlah yang yang sedang berhadapan denganku. Kebingunganpun kemudian merasuk dan menguasai pikiranku, dan tanpa berfikir terlalu panjang akupun bertanya kepadanya,
“Jika engkau benar malaikat, lalu kenapa engkau mengenakan jubah hitam yang begitu pekat, tanpa warna putih sedikitpun dan tak ada sayap di tubuhmu?”
Dengan tersenyum dia berkata,
"Aku hanya tidak ingin manusia kemudian menilai bahwa setiap yang berpakaian putih adalah malaikat. Aku hanya ingin mengubah pemikiran manusia bahwa kebaikan itu tidak mengenal warna. Aku menyukai hitam karena mereka begitu kokoh dan tak ternoda.
Lalu kenapa juga aku harus memiliki sayap, karena sesungguhnya bukan sayapmu yang bisa membawa hatimu terbang melintasi cakrawala dan menembus surga..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar