Daun
yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja.
Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahwa
hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti,
pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak
peduli lewat apa dan dengan cara bagaimana penerimaan, pengertian, pemahaman
itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan dengan cara yang menyakitkan.
Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa
pergi entah kemana.
Satu lagi sahabat pergi...
Selamat jalan, langkahmu
masih panjang dan mesti kamu tempuh
Hati-hati melangkah, jalanan
di depanmu mungkin temaram, buram, atau bahkan mungkin pekat.
Selalu asah mata hati, karena
kerikil tajam setiap saat pasti ketemu
Satu lagi sahabat pergi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar