Seorang
atheis mati. Tuhan memberikannya kesempatan untuk hidup kembali, itu karena
semasa hidupnya – walau dia seorang atheis – dia banyak melakukan kebaikan pada
sesama.
“Kamu
Kuhidupkan kembali,” kata Tuhan padanya.
“Baiklah,
terimakasih,” jawabnya dingin.
Dia
pun kembali ke dunia dan hidup normal, tetap menjadi orang baik dan selalu baik
kepada sesama, tapi juga tetap menjadi atheis. Sampai pada waktunya dia kembali
dipanggil Yang kuasa.
“Kamu
sudah aku beri kesempatan hidup kembali, tapi kamu tetap tidak percaya padaKu?”
Tuhan nampak kesal padanya.
“Aku
ini atheis, aku hanya percaya pada apa yang aku lihat dan aku rasa. Apa
jaminannya bahwa pertemuan sebelumnya bukan halusinasiku saja?” Si atheis
menantang Tuhan.
Tuhan
memotong tangan kiri si atheis dan menghidupkannya kembali. Jadilah dia hidup
dengan sebelah tangan saja, kini dia punya bukti bahwa pertemuan ghaib yang
dilaluinya itu bukan halusinasi. Dia menjalani hidupnya dengan sebelah tangannya dan
tetap melakukan kebaikan. Tapi dia tetap memilih untuk menjadi seorang atheis,
sampai dia kembali mati.
“Hai
orang bebal, kenapa kau tidak bertobat!” Kali ini Tuhan benar-benar kesal.
Si
Atheis hanya terdiam.
“Hmmm…”
Tuhan bergumam.
Si
Atheis tetap terdiam.
“Hmmm…”
Tuhan sekali lagi hanya bergumam.
Hening
beberapa saat.
“Jadi
apa agamamu?” tanya Tuhan.
“Cinta,”
katanya pendek.
Tuhan
terdiam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar