Selasa, 14 Mei 2013

Atheis


Seorang atheis mati. Tuhan memberikannya kesempatan untuk hidup kembali, itu karena semasa hidupnya – walau dia seorang atheis – dia banyak melakukan kebaikan pada sesama.
“Kamu Kuhidupkan kembali,” kata Tuhan padanya.
“Baiklah, terimakasih,” jawabnya dingin.
Dia pun kembali ke dunia dan hidup normal, tetap menjadi orang baik dan selalu baik kepada sesama, tapi juga tetap menjadi atheis. Sampai pada waktunya dia kembali dipanggil Yang kuasa.
“Kamu sudah aku beri kesempatan hidup kembali, tapi kamu tetap tidak percaya padaKu?” Tuhan nampak kesal padanya.
“Aku ini atheis, aku hanya percaya pada apa yang aku lihat dan aku rasa. Apa jaminannya bahwa pertemuan sebelumnya bukan halusinasiku saja?” Si atheis menantang Tuhan.
Tuhan memotong tangan kiri si atheis dan menghidupkannya kembali. Jadilah dia hidup dengan sebelah tangan saja, kini dia punya bukti bahwa pertemuan ghaib yang dilaluinya itu bukan halusinasi. Dia menjalani hidupnya dengan sebelah tangannya dan tetap melakukan kebaikan. Tapi dia tetap memilih untuk menjadi seorang atheis, sampai dia kembali mati.
“Hai orang bebal, kenapa kau tidak bertobat!” Kali ini Tuhan benar-benar kesal.
Si Atheis hanya terdiam.
“Hmmm…” Tuhan bergumam.
Si Atheis tetap terdiam.
“Hmmm…” Tuhan sekali lagi hanya bergumam.
Hening beberapa saat.
“Jadi apa agamamu?” tanya Tuhan.
“Cinta,” katanya pendek.
Tuhan terdiam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar