Abiseka… tiga puluh agustus ini usiamu genap tujuh tahun. Putaran
waktu ternyata berjalan begitu cepat, membawa serta Abi, Bapak dan Ibu melalui detik-detik
waktu bergerak.
Abi… sejujurnya Bapak tidak pernah merisaukan mengenai
seremonial ulang tahun. Karena hari ulang tahun tak ubahnya seperti hari-hari
yang lain. Dalam kronologi perjalanan hidup Bapak dan ibu sama sekali tidak
memiliki ritual special day pada
hari ulang tahun kami. Bapak sering banget lupa mengucapkan ulang tahun kepada
Ibu, atau Ibu lupa mengucapkan ulang tahun kepada Bapak pun, bagi kami tidak
ada yang aneh, biasa saja, tidak pernah menjadi masalah. Tak pernah terpikir
untuk sekedar mengambil waktu khusus bernuansa celebration.
Hanya kecupan hangat dan segenggam doa kepada Tuhan untukmu
yang saat ini yang ingin Bapak berikan, itupun mungkin hanya doa sederhana
dengan kalimat sederhana pula, karena kamu dan Ibu tahu Bapak tak pandai berucap
doa.
Jujur… Bapak tidak pernah ingin menanamkan ritual ulang
tahun semacam ini. Menjalani kehidupan dengan kesahajaan, mungkin seperti
itulah yang ingin Bapak dan Ibu tularkan kepadamu. Kita bukan dari golongan
orang yang lebih mementingkan gincu daripada bibir.
Bapak tidak pernah menganggap bahwa perayaan itu tidak
penting. Perayaan atau celebration bukanlah monopoli hari ulang tahun.
Momen-momen keberhasilan dan pencapaian prestasi mungkin jauh lebih layak
mendapatkan celebration. Untuk mendapatkan hadiah pun tak harus
menunggu saat ulang tahun bukan?
Hidup kita sudah berkelimpahan hadiah dari Tuhan. Keluarga
sehat yang harmonis. Kita masih leluasa menghirup nafas dari udara yang
senantiasa diberikan Tuhan. Cukup makan, minum, dan berpakaian sepantasnya. Itu
semua adalah hadiah pemberian Tuhan yang harus selalu kita syukuri. Tidak ada
yang khusus dari hari ulang tahun karena setiap hari dalam kehidupan kita
adalah hari-hari yang istimewa.
Selamat ulang tahun anakku, Abiseka Ken Ekasunu…
Lakukan yang terbaik pada dirimu, karena pilihan hidupmu
hanya kamu sendirilah yang menentukan.
@ Surat pertama yang
kutulis untuk anakku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar