Selasa, 12 Februari 2013

Suatu Hari Nanti.....



Suatu hari nanti, kamu akan pulang ke rumah selepas kerja dan disambut dengan tangisan bayimu. Pada saat itu engkau sungguh letih karena pekerjaanmu dan kau hanya ingin cepat-cepat berganti baju dan beristirahat, bukannya harus berhadapan dengan seorang anak bayi yang menangis karena lapar. Jadilah bapak yang baik dan gendonglah anakmu, nyanyikan ia sebuah lagu sembari membuatkan susu.

Suatu hari nanti, anak lelakimu akan bertambah usianya. Ia mulai senang berlarian di sekitar rumah. Ia juga akan sering menggelayutimu, meminta perhatianmu. Jadilah bapak yang baik dan ajak bercanda anakmu. Ajarkan ia bermain bola, mewarnai, atau bersepeda. Manjakan ia, agar gelak tawanya tak berhenti menghangatkan dada kita.

Suatu hari nanti, anak perempuanmu pun akan bertambah usia. Pikirannya berkembang dan diisi oleh khayalan-khayalan anak-anak. Jadilah bapak yang baik dan temani ia bermain dengan bonekanya, atau sekedar duduk membacakan buku dongengnya. Biarkan ia berkreativitas dan tetaplah disampingnya, bertepuk tangan untuk gambar-gambar atau cerita-cerita anehnya. Buatlah dirimu menjadi lelaki pertama yang dijatuhcintainya.

Suatu hari nanti, anak-anakmu akan beranjak dewasa. Mereka mulai sibuk sendiri, mempunyai pemikiran-pemikiran baru dan mungkin satu dua kali menentang dan memberontak hingga membuatmu gusar. Jadilah bapak yang baik dan dengarkan mereka dengan sabar. Sisipkan satu demi satu pelajaran, dan berilah mereka pengertian. Kasihilah mereka tanpa membuat mereka kehilanganan rasa segan.

Suatu hari nanti, anak-anakmu mulai menentukan jalan hidupnya sendiri. Mereka memiliki mimpi dan cita-citanya masing-masing yang ingin mereka raih. Jadilah bapak yang baik dan tuntun mereka dalam menggapainya. Berikan mereka motivasi dan dukungan dengan segala cara baik yang kamu bisa. Ketika satu kala mereka jatuh dan menyerah, berilah penghiburan dan tuntun mereka agar kembali bangkit berdiri.

Suatu hari nanti, anak-anakmu akan punya kehidupan baru dan menenggelamkan diri di dalamnya. Mereka punya keluarga, kebahagiaan, dan tawa yang tidak lagi dibagi pada kita. Jadilah bapak yang baik, yang tersenyum haru dan mengelus dada dengan bangga untuk mereka. Lalu dekaplah istrimu dan dan katakan padanya bahwa kau teramat mencintainya.


#surat kedua untuk anakku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar