Suatu hari nanti, kamu akan pulang ke rumah selepas
kerja dan disambut dengan tangisan bayimu. Pada saat itu engkau sungguh letih
karena pekerjaanmu dan kau hanya ingin cepat-cepat berganti baju dan
beristirahat, bukannya harus berhadapan dengan seorang anak bayi yang menangis
karena lapar. Jadilah bapak yang baik dan gendonglah anakmu, nyanyikan ia sebuah
lagu sembari membuatkan susu.
Suatu hari nanti, anak lelakimu akan bertambah
usianya. Ia mulai senang berlarian di sekitar rumah. Ia juga akan sering
menggelayutimu, meminta perhatianmu. Jadilah bapak yang baik dan ajak bercanda
anakmu. Ajarkan ia bermain bola, mewarnai, atau bersepeda. Manjakan ia, agar
gelak tawanya tak berhenti menghangatkan dada kita.
Suatu hari nanti, anak perempuanmu pun akan
bertambah usia. Pikirannya berkembang dan diisi oleh khayalan-khayalan anak-anak.
Jadilah bapak yang baik dan temani ia bermain dengan bonekanya, atau sekedar
duduk membacakan buku dongengnya. Biarkan ia berkreativitas dan tetaplah disampingnya,
bertepuk tangan untuk gambar-gambar atau cerita-cerita anehnya. Buatlah dirimu
menjadi lelaki pertama yang dijatuhcintainya.
Suatu hari nanti, anak-anakmu akan beranjak dewasa.
Mereka mulai sibuk sendiri, mempunyai pemikiran-pemikiran baru dan mungkin satu
dua kali menentang dan memberontak hingga membuatmu gusar. Jadilah bapak yang
baik dan dengarkan mereka dengan sabar. Sisipkan satu demi satu pelajaran, dan
berilah mereka pengertian. Kasihilah mereka tanpa membuat mereka kehilanganan
rasa segan.
Suatu hari nanti, anak-anakmu mulai menentukan
jalan hidupnya sendiri. Mereka memiliki mimpi dan cita-citanya masing-masing
yang ingin mereka raih. Jadilah bapak yang baik dan tuntun mereka dalam
menggapainya. Berikan mereka motivasi dan dukungan dengan segala cara baik yang
kamu bisa. Ketika satu kala mereka jatuh dan menyerah, berilah penghiburan dan tuntun
mereka agar kembali bangkit berdiri.
Suatu hari nanti, anak-anakmu akan punya kehidupan
baru dan menenggelamkan diri di dalamnya. Mereka punya keluarga, kebahagiaan,
dan tawa yang tidak lagi dibagi pada kita. Jadilah bapak yang baik, yang
tersenyum haru dan mengelus dada dengan bangga untuk mereka. Lalu dekaplah
istrimu dan dan katakan padanya bahwa kau teramat mencintainya.
#surat kedua
untuk anakku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar